Tuesday, January 24, 2012
Quick Update
1. Menjadi anak kostan di Jakarta. Di kosan yang cukup mahal namun amat sangat sederhana. *nanti di posting deh ya. Bener yang orang katakan, kalo Jakarta itu Kejam.
2. 2 hari pertama di Jakarta, demam parah. :D hari ketiga, nangis manja. :))
3. Training yang lumayan menyenangkan. serasa kuliah, dan exactly, aku rindu kuliah.
4. Dapet team yang rame, heboh dan (insyaAllah) menyenangkan. Amin.
5. Wiken pertama di Jakarta langsung mudik ke Bandung :D bela belain dari jumat malem sampe senin tengah malam :D
6. Menyempatkan nge jam di KFC bareng my best eja sama mas Alif. :D sharing banyak hal.
7. Merapihkan kamar sinta, sehingga terkesan luas.
8. Rafting/Arung Jeram bareng linda mas alif eja ari dodo nisa sama firda :D ngumpul bocah mendadak.
9. Membatalkan jadwal travel ke jakarta senin pagi demi jalan jalan ke d'ranch bareng firda nisa dodo ari eja :D
10. pulang ke Jakarta dari Bandung jam 9, nyampe kosan jam setengah 1 dini hari :)) *mulai berani ngebandel. :D :D
11. Mulai kerja di kantor dan meja baru :D semoga Betah :D
Saturday, January 14, 2012
Planet Smansa 4
Sebagai salah satu yang ga menonjol di bidang akademik, aku cukup punya 'nama' di Musik dan Organisasi :D Pas masuk kelas 1, SMANSA lagi debut debutnya bikin Planet Smansa 3. Ajang Pentas Seni setingkat SMA yang diadakan oleh SMANSA. Sebagai Pimpinan Project Kolaborasi Musik di Kelas 1, aku mengikutkan kelompokku untuk menjadi bagian dari Pengisi Acara di Perhelatan Pensi tersebut. Bersyukur, yang lulus hanya power puff boys nya :D gpp. Tim Pom Pom Boys kelasku digemari bu Ida selaku guru kesenian, dan diperbolehkan tampil di acara PS3.
Dikelas 2, kembali kami ditugaskan di Mata Pelajaran Kesenian untuk membuat Film di Semester Pertama dan Kolaborasi Musik di Semester kedua. Dalam Produksi Film, aku di tugaskan untuk Menjadi Sekretaris. Film hasil garapan Mitha pun menang mutlak seangkatan dengan Judul Kabar Bagoes. Di semester kedua, aku terpilih jadi Wakil Pimpinan Project mendampingi Hanna sebagai Pimpinan Project. Didalam kelompok itu, aku merangkap sebagai tim musik yang memainkan Bell.
Diawal kelas 3, Bu Ida dan Bu Chrisma membentuk Panitia Planet Smansa 4 yang mulai diadakn 2 tahun sekali. Panitia Inti di ambil dari setiap perwakilan kelas 2 orang. Kala itu, yang mewakili kelasku adalah Hanna dan Robby. Sedikit envy karena ga masuk dalam daftar. :D
Dari setiap perwakilan kelas, dilakukan voting se SMANSA untuk menentukan PimPro dan struktur di Bawahnya. Voting terbanyak pertama di raih oleh Andri yang selanjutnya menjadi PimPro, di bawahnya ada Dafi menjadi WaPimPro dan Voting ketiga diperoleh Erliza sebagai Bendahara. Kekosongan Sekretaris, langsung diberikan ke Aku sebagai Hak Veto dari Bu Chrisma langsung.
"Siang ka isni. Saya Michele yang akan kerja sama bareng ka isnia sebagai Sekretaris di PS4. besok kita ketemuan yaa kak"
Kaget? ya iyaa dong. Wong aku ga ikut dalam list voting. ujung ujung namploknya di Sekretaris 1 kepanitiaan. Tengs alot bunda Chrisma :*
Setelah itu? rapat rapat mulai mengisi hari hari aku di awal semester di kelas 3. JobDesk aku memastikan Proposal. Membuat draft kata sambutan untuk petinggi petinggi. Absensi. Pengawasan Panitia.
Senangnya adalah ketika sedang berlangsung pelajaran eksak dikelas, dan ada pengumuman di Interkom, "Berita panggilan untuk seluruh Panitia Planet Smansa 4, harap berkumpul di lab Biologi sekarang juga" setelah itu aku bakal senyum senyum senang dan berlalu meninggalkan kelas.
Selain sebagai Panitia Inti di acara itu, aku juga di daulat untuk ngisi acara di Kolaborasi Musiknya. Jadi selain panggilan rapat, yang aku tunggu tunggu adalah panggilan latihan :D "Diberitahukan kepada tim Kolaborasi Musik PS4, Latihan sekarang juga di Lab Kesenian" ahhaa. aku kembali bakal melenggang meninggalkan kelas dengan penuh suka cita :D
Yang ga terlupakan dalam masa PS4 ini adalah, ketika aku selama seminggu FULL di bebas tugaskan sebagai siswa dan di suruh mengawasi Jalannya Festival Band. ahha. Selama seminggu ga belajar cuma buat nontonin acara Festival Band. Asik banget ga tuh :D, atau pernah sekali, panggilan dari Interkom, "Berita panggilan untuk ananda Ummi. Ananda Ummi. untuk turun ke ruangan Majelis Guru ketemu dengan pak Celly ya nak". Dan aku bakal lempeng diem aja, karena ngerasa namaku isnia :D Padahal di zamanku, nyaris setiap siswa memanggilku dengan panggilan Ummi, termasuk ke guru gurunya juga. ahhaha.
Kesibukan PS4 ini, sukses membuat nilaiku turun drastis daaaann juara II dari Bawah. ahhahaa. tapi aku senang dan bahagia. Bagiku, inilah duniaku. Ngurusin Acara pensi dan sibuk sana sini. :D
Ditambah lagi Cerpen aku menjadi 10 Cerpen terbaik. tanpa rekayasa loohh yaa :D :D
Cobaan, tangisan banyak disana sini, namanya juga Acara dari Ide sekian puluh kepala. Sampai malam puncak. Sampai sambutan dan pujian di sana sini, kita sebagai panitia menangis haru di ruangan dimana semua penonton sudah pulang. Kita saling berpelukan. Kita bersyukur. Dan benar saja, hari ini. Ketika aku nonton Planet Smansa 6. Aku KANGEN masa masa Planet Smansa 4. T.T Kalo PS 4 masih se-Kepri. Planet Smansa 6 Se-Asia Tenggara. Oh, beneran. Bangga banget jadi Bagian dari Sekolah Unggulan satu ini :D :D
A long holiday
Banyak hal yang emang jadi target aku liburan yang lama dan moment jarang jarang ini. Ngerampungin buku dan belajar ngoding. dan Hasilnya : dua duanya failed! ahahhaa.
Dari hari pertama, nemenin papa ngambil mobil. selanjutnya, nyalon seharian, nyari rice cooker, beli investasi hasil TRM kemarin, ketemu Mega, bikin Passport, Jengukin Nina (Temen seangkatan yang sempet dikabarkan stroke ringan), Ngobrol banyak sama Ulie, Sampai tadi Nonton acara nya Planet Smansa 6. Yeah, aku bener bener liburan!
Bangun siang, kuliner makan makanan yang di kangenin dari Batam, Jalan jalan bertiga sama papa mama, Belajar nyetir mobil, bantuin Rama bisnis jualan es nya, nyaris tiap malem jalan malem sama rama naik motor matic. ahhaa. Finally aku bisa bawa matic dan selebihnya bersenang senang. :D :D
besok pagi, flight pagi ke Jakarta dan akan menyibukkan diri dengan beres beres kosan. :D Alhamdulillahnya, malem pertama bakal ditemenin sama Teh Dinot. :D :D
Ah, terimakasih Batam buat liburannya. Sampai berjuma lagi. :')
Wednesday, January 11, 2012
Sad to say Goodbye
Hari ini, saat sedang menghabiskan waktu di atas kasur, dapat kiriman foto ini dari Gtalknya teh Annisa, Staff HRD IRM. Foto ini di ambil, di hari aku setelah OFF dari IRM. Awalnya, ini ideku untuk Farewell bersama teman teman kerjaku. Gosipnya terdengar sampai HRD dan akhirnya malah jadi ajang photo session buat Sekantor, sudah rezekinya meuren ya. :DBersama mereka yang ada di foto ini lah, aku menghabiskan masa kerja yang nyaris 20 bulan. Bersama mereka setiap hari aku bertatap muka, berdiskusi, bercanda, makan siang, hanging out dan bekerja (pastinya).
Berada di antara Pak Andri, yang pinter segala hal, di bawah asuhan Kang Gege, yang luar biasa jago dalam hal mengulik. Di bawah asuhan ibu ibu cantik, Bu Allis, Teh Vani. Disekitar Teh dinot, Kamel, Ka Angga, Tiara, Andin, Titik, Rara dan semua semuanya yang selalu rame. I just wanna say, "Aku pasti bakalan Kangen! pasti!"
Terimakasih untuk Ilmu, Suka, Duka, Tawa dan Persahabatan selama sekian bulan. Senang sekali berada di tengah tengah kalian. Sukses yaa buat semuanya :')
Tuesday, January 10, 2012
My best daddy!
Papa terlahir dalam keluarga sangat sederhana 50 tahun yang lalu di Malang. Sejak kecil, beliau sudah aktif ke Mesjid untuk Sholat Berjamaah, Bisa baca Al-quran dengan jenis jenis lagu nyaa. Rajin puasa sunnah, rajin keliling rumah ke rumah untuk Yasinan. Disela sela sekolahnya, membantu kakeknya jualan majalah bekas.
Papa yang dekat dengan Allah, masuk ke sekolah Telkom dengan Beasiswa. Memperoleh pendidikan dan akhirnya menjadi Karyawan Telkom. Semua diraih bukan karena kepintarannya. tapi karena doa dan Kedekatannya pada Allah.
Papa yang Alim, menikahi mama di usia nya yang ke-25 tahun. Menikahi mama yang berasal dari anak gaul Bandung dan hmm.. cukup seksi. ahha. Ketika aku tanya, apa alasan papa memilih mama, jawabnya simple, "Pas mampir ke rumah mama, ketika waktu solat, mama meminta diri untuk Sholat". Alright, just it. Papa meminang mama, karena sholatnya Mama. selain itu yaaa, karena mama cantik :D
Papa menerima mama apa adanya. Papa tidak pernah menuntut mama untuk bisa masak. Tidak pernah menuntut mama untuk bekerja. Papa memahami hakikat menjadi suami seutuhnya :D
Papa yang Baik, membiayai banyak adik-adiknya sampai ke Sarjana. Menjadi tulang punggung keluarga bersama Mbah (baca : nenek, red). Walau untuk mencapai itu, papa harus rela menjual saham nya. Mengirit biaya hidup makannya bersama mama.
Banyak orang bilang, menjadi anak dari Karyawan Telkom enak. Hidup lancar damai sejahtera. Itu yang aku alami masa kecil. Masa kecil sangat bahagia. Biaya hidup masih tercukupi. Papa masih bisa membeli mobil. Kita menyewa rumah kecil yang cukup nyaman untuk kita ber4 di Lhokseumawe. Sebelumnya, papa sudah membeli rumah di tanah kelahiranku, Purwokerto.
Selama rusuh di Lhokseumawe, kita sempat berkali kali eksodus (baca : berpindah pindah) bolak Aceh - Bandung demi alasan keselamatan. Lahirlah Yusuf di Bandung dan papa menyewa rumah lumayan besar di Bandung selama Aceh dalam kondisi tidak aman.
Setelah dirasa aman, papa Kembali membawa kami ke rumah kecil kami di Lhokseumawe. Dan lahirnya si Bungsu di sana :) Kita hidup bahagia di rumah mungil itu.
Merasa kondisi Aceh tak tentu, papa minta di mutasikan ke Bandung yang akhirnya malah di pindahtugaskan ke Batam. Menjual Mobil, Membawa seluruh barang yang kami punya dan pindahlah kami ke Batam. Aku memulai masa SD dan seterusnya di kota Batam. Papa masih sanggup menyewa rumah cukup besar.
Biaya hidup yang tinggi, membuat papa membeli rumah mungil lagi di Batam, dan menjual rumah di Purwokerto untuk dibelikan Mobil Espass untuk hidup selama disini.
Papa mulai 'ngos-ngosan' ketika Sinta memasuki SMA, aku masuk SMP, Yusuf mulai SD dan Rama masuk TK. Dalam setahun, papa harus mengeluarkan uang masuk SMA, SMP, SD dan TK secara bersamaan. Dan biaya sekolah ketika itu, tidaklah sedikit.
Kita mulai ngaret bayar SPP, sering sekali diperingati. Sampai akhirnya kita, anak anaknya belajar untuk mencoba memaklumi.
Beruntung, Sinta keterima di Perguruan Tinggi Negeri di Bandung. Walaupun biaya pendidikan murah, kita semakin engap engap hidup di Batam. Papa harus mengirimi uang bulanan, uang kostan dan uang SPP Sinta di Bandung. Di samping itu, papa masih harus membiayai sekolah kami di Batam. Dalam hal ini, Mama berada di rumah, mengurusi semua keperluan kami tanpa kerja. Papalah sumber pendapatan keluarga.
Aku semakin sering di sebutkan namanya, sebagai orang orang yang tidak membayar SPP tepat waktu. dan aku sudah biasa. :D Hebatnya papahku ini, beliau selalu menjawab, "InsyaAllah, saya usahakan" setiap kita, anak anaknya minta uang untuk keperluan apapun. Beliau ga pernah bilang, "Papa ga megang uang". tak pernah sekalipun. Walau pada kenyataannya, beliau emang dalam keadaan tidak memiliki uang.
Ditengah kesederhanaannya seorang papa, berkat kealimannya, kepiawaiannya dalam mengaji, mengimami di kantor dan keaktifan organisasinya. Papa berhasil membawa mama naik haji yang dibiayai full oleh Kantornya. Pergilah papa bersama mama memenuhi undangan Allah ke tanah suci tanpa mengeluarkan biaya. Alhamdulillah :')
Sepulang dari Haji, demi memenuhi dapur yang telah menjadi dua, di tambah keperluan sinta yang lumayan harus pulang pergi Bandung - Batam untuk libur libur panjang membuat papa kenal dengan Credit Card. Dan kami sekeluarga, cukup hidup berfoya foya dengan sekali gesek itu.
Sekian tahun kemudian, efek Credit Card mulai terasa, papa mulai dikejar kejar debt collector. Sementara beliau susah untuk mengangsurnya. Pelan pelan hidup kita berubah, dari yang langganan koran selama nyaris 6 tahun, jadi tidak langganan sama sekali. Biaya ojek adek adek mulai di bayar tidak tepat pada waktunya. Terkadang, mereka harus berhenti les hanya karena ga sanggup lagi bayar. Mobil yang terkadang butuh service di Bengkel, lama di tebus atau bahkan tak tertebus. Bahkan sekali pernah, rumah kami di Pylox oleh bank BTN karena sudah sekian bulan, papa tak lagi membayar cicilannya. Oleh mama, Cat tembok Pylox itu di tutupi kalender putih dan di tulis Blok Rumah kami. hihihi.
Ketika lulus SMA, papa sama sekali tidak memegang dana untuk membiayai aku kuliah. Mama terpaksa menjual salah satu warisannya untuk itu. Untuk membiayaiku.
Masa itu semakin sulit, dimana aku harus menempuh studi di perguruan tinggi swasta di Bandung. Dapur keluarga menjadi tiga. Dan itu terasa jauh lebih berat. Ga hanya sekali duakali, papa bahkan mengirimi kami 20.000 rupiah saja. yaa, hanya 20.000,-. Atau mengirimi kami 200 ribu untuk berdua dengan sinta, sampai dengan Batas waktu yang tidak di tentukan. Pernah sekali, mama membekali kami 1 kg teri asin pedas, yang bisa kami konsumsi selama nyaris 3 bulan.
Itu kenapa, aku ngerasa aku harus mendapatkan pekerjaan secepatnya. Karena, kalau saja, papa masih mampu membiayaku. Aku bakal milih kuliah di perguruan swasta ternama untuk melanjutkan studi sampai dengan sarjana. Terkadang emang, kita harus mengalah pada keadaan, bukan karena kita nyerah. tapi karena keadaan yang emang sedang tidak sejalan dengan kenyataan.
Dibalik hidup susah masa itu, banyaak sekali hikmah terselip. Banyak pelajaran yang bisa aku ambil. Papa mengajari aku bagaimana rasanya itu ikhlas dan kesabaran. Papa meminta aku untuk nikmati saja apa yang ada. walaupun tidak bisa memiliki.
Kalau banyak orang bertanya, kenapa papa bisa bergonta ganti merk mobil ketika mengantar jemput aku selama sekolah. selama liburan di batam. itu mobil kantor, yang karena papa bagian logistik dan pemegang kunci. Papa di kasih izin untuk sesekali menggunakannya untuk pribadi. Papa ngajarin, bersyukurlah bisa menikmati mobil bagus sebelum bisa memilikinya.
Kalau ada orang bertanya, aku bisa memiliki leptop pada saat SMA, sinta yang selalu dipenuhi alat alat elektronik untuk menunjang studinya di Fikom. Itu semua barang kredit, yang selalu papa usahakan demi terpenuhinya kebutuhan kami, anak anaknya. Meski dengan itu papa harus mencicilnya sampai sekian tahun.
Allah maha baik, berbekal ilmu Diploma, aku dapet kerja. sedikit sedikit, aku mulai memenuhi hidupku sendiri. Aku berhasil menjadi mahasiswa lulusan terbaik, yang bisa memberikan tiket VIP untuk papa di acara Wisudaanku. Bisa sedikit ngongkosin papa ke Malang sepulang dari acara Wisudaan.
Aku mulai melanjutkan studi Sarjana di kelas karyawan. Memilih untuk Kuliah sambil bekerja. Merasakan luar biasa nya hidup kerja sambil kuliah. Sedikit sedikit membantu papa membayar cicilan Credit Card nya.
Bumi ini berputar teman, Allah janji akan itu. Perlahan, papa mulai mengatur sedikit demi sedikit keuangannya. Hutang kami pelan pelan mulai tertutupi. Puncaknya, dengan rezeki atas kedekatannya sama sang Ilahi, Papa membawa kami sekeluarga ke Bali untuk Liburan. Aku di mudahkan untuk bekerja di perusahaan yang menggaji lebih besar. Adik2ku mulai kembali les dan bisa masuk 15 besar dalam kelasnya.
Aku ga pernah kepikiran untuk memiliki suami yang punya segalanya. kekayaan atau apalah itu. Aku pingin punya suami seperti papa yang membawa keberkahan dalam setiap hidup yang kami jalani. Papa mengajak mama tinggal di kostan di awal pernikahan, menyewa rumah, memiliki rumah. Dengan kesederhanaan dan ilmunya, membawa istri nya Naik Haji dan akhirnya bisa membahagiakan kami anak anaknya sampai demikian bahagia di ajakin berlibur ke Bali. Papa yang sabar luar biasa. Papa yang senantiasa Bersyukur. Papa yang tidak pernah menuntut. Papa yang yang sangat sayang pada setiap anak anaknya. Papa, Malaikat tanpa sayap yang ada di tengah tengah kami. Maka, seperti ialah aku ingin mencari teman hidupku kelak :')
Monday, January 9, 2012
Waktu Aku sama Willy
Willy adalah cowok pertama yang aku taksir pada saat MOS di SMANSA. like at the first sight. Cara bicaranya yang sopan ketika kita di MOS. dan postur tubuhnya yang mm.. atletis. hihii.
Dikelas MOS, beberapa kali kita sempet sekelompok dalam tugas. Beberapa minggu kemudian, kelas di rombak total. Dan, aku kembali sekelas bareng Willy.
Pertama kalinya Willy menghampiri di kelas yang baru, "mi, liat deh kelas kita dulu. terlihat kompak ya di bawah bimbingannya Nurul Arafah". dia memanggilku dengan panggilan umi. dia yang memulai dan mengajak serta temen temen se-genk yang semuanya adalah lelaki untuk memanggilku dengan sebutan yang sama.
Dikelas setelah perombakan itu, aku sendirian. ga dapet partner temen sebangku yang akhirnya ngebuat aku harus sebangku dengan cowok satu satunya lulusan smp pinggiran. :D mustakim. Awalnya, aga risih juga, dmana mustakim ini orangnyaa. engg.. doyan telat. doyan nyontek dan nyebelin tingkat dewa. but, bertahan juga partner-an sama takim almost 6 months.
Di kelas baru ini, beberapa kali ke-gap lagi ngeliatin Willy yang duduk di persis di Pojokan kelas. Begitupun dengan ia. Suatu hari, ia menghampiri dimana ada pelajaran kosong yang ga di isi. "Umi, sini deh. Aku mau cerita" dia ngasih aba aba untuk aku mengikuti di belakangnya.
Kita nyari tempat duduk yang kala itu kosong sebangku. Kita duduki. dan duduklah kita berdua. Sambil melihat lihat teman teman yang berseliweran, Willy mulai cerita tentang feelingnya terhadap seorang perempuan yang tidak lain tidak bukan adalah kakak kelas kita sekarang, dan kakak kelasku ketika SMP. Sebagai pengagumnya, di curhatin perasaannya terhadap perempuan lain itu rasanya, melatih kesabaran yang luar biasa.
Setelah hari itu, kita semakin dekat. Ayu, sahabat aku yang tau tentang perasaan aku, setiap mergokin kita lagi berdua suka iseng manggil Willy dengan sapaan Abi. :-D Sebisa mungkin kita selalu berusaha sekelompok kalo ada tugas kelompok. Kita tergabung dalam Marching Band, yang pada masa itu banyak mendapatkan undangan untuk tampil.
Dalam usahanya pdkt dengan perempuan incarannya, Willy rajin sekali menghubungiku. Dia selalu dan selalu sms setiap malem, dengan sapaan, "Assalammualaikum umi sedang apa? abi gangguin boleh?" setelah itu kita akan berbicara banyak hal sampai larut malam. Atau sesekali kita telfonan. waktu itu, papa masih ngasih akses telepon kamar di kamarku. hihihi. dan tagihan bengkak gara gara ini :D
Setiap ada job bareng di Marching, Willy yang posisinya di paling belakang, sering sekali menyempil ke barisan ku yang ada di depan. Kita bakal ngobrol ono ini yang sempet bikin salah satu temanku curiga. "Umi, mau tau ga novi bilang apa sama abi?" ujarnya suatu kali, "apa?" tanyaku sambil menduga duga. "Wil, ko tu kalo suka cewek satu aja. jangan dua. Novi kira abi ada rasa juga kali yaa sama Umi" jawabnya sambil tertawa. yang aku sambut dengan senyuman.
Seiring jalannya waktu, Willy menyadari satu hal. bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan pada gebetannya. dan kedekatan kita yang semakin dekat ga bisa dipungkiri.
Willy tahu sekali kemana harus mencariku ketika aku hilang dari kelas. :D tongkronganku di Mesjid Sekolah bersama anak Rohis lainnya, sementara dia sendiri adalah anak OSIS. Willy selalu dan selalu membereskan buku buku dan alat tulis yang berserakan di atas mejaku ketika aku rapat. Pulang duluan dalam keadaan tas aku rapih. Ga pernah bosan untuk sms, "Bukunya umi uda abi beresin. Maaf ya, ga bilang dulu. Cepat pulang mi :-)"
Willy menyempatkan mampir kerumah kalau aku bolos Class Meeting. Walaupun ga pernah berani sendiri :-P. di saat saat ngerjain Project Kesenian, Willy senang sekali mengimami aku sholat. Dimana pun itu. :-)
Dalam tugas Bahasa Inggris, Willy menyertakan fotoku dalam bio nya, dan menulis "Now, I will tell you again aboun the detail of one of my best friend. As I say, her name is Isnia Nuruldita. But I Always call her "Umi". and almost all of my friend call her like that too. And you can call her Nia if you don't mind. She live at Tiban Duta. She was born at Purwokerto, November 6th, 1990. she like reading and she's good in writing. She's smart too. Sometimes, i studied from her"
Setelah ujian kenaikan kelas, kita sama sama ujian penjurusan. Ujian dimana kita dinyatakan layak atau tidak layak untuk masuk ke kelas IPA. Willy menjemputku DEMI mendatangi salah satu guru eksak untuk belajar. Kita sama sama berusaha, sampai akhirnya aku dinyatakan masuk ke kelas IPA. dan Willy masuk di kelas IPS.
Pulang dari itu, Willy menyatakan perasaannya. yang pastinya tidak bertepuk sebelah tangan denganku. Sayangnya, kita lebih kaku. dan akhirnya memilih untuk kembali bersahabat.
Willy sangaaat menghargai aku sebagaimana mestinya. Dalam kontes bercanda atau serius sekalipun, dia tidak pernah menyentuhku. Sebelum dan sedang dalam pacaran, Willy sangat menjaga sentuhan Fisik. Dia menjaga tanpa harus menyentuh. :) Dia mengenalkanku baik baik pada kedua orang tuanya. Menjembatani untuk akrab pada satu satunya adik perempuannya. Dan selalu support dibelakang seorang isnia yang pada saat itu sibuk ga ketulungan.
Willy menjadi standart aku ke tahun tahun berikutnya. Willy jadi bayang bayang ketika aku memutuskan untuk berhubungan lagi. Willy membuat aku, bisa untuk tidak relationship nyaris sampai 4 tahun. :D
Menghabiskan masa seru bersama seorang Willy, nyaris 5 tahun yang lalu. dan semua kenangan manis itu ga pernah hilang. Willy makes it nice. Completely and perfect.
Sampai hari ini, setelah 5 tahun dari kedekatan kami. Willy masih menjadi sahabat baik untuk bercerita. Donna, adiknya, menjadi adik perempuan terbaik yang aku punya. Orang tua nya, masih ingat dan masih saja baik. Kita masih keep in touch. Willy yang dulu sempat stress karena gagalnya masuk kelas IPA, saat ini masuk dalam jajaran Mahasiswa keren di STAN. Allah maha Adil :') Selalu memberikan waktu yang tepat untuk setiap Hambanya.
Friday, January 6, 2012
Kenapa Jakarta?
Sunday, January 1, 2012
talking about 2011
Dan hal hal yang terjadi di 2011 adalah :
1. Jalan jalan : Surabaya - D'Ranch - Museum di Jakarta - Waterboom Cikarang - Bogor daan BALI! terakhir ke Negara Salju~ [keBali dan Negara Salju itu seperti mimpi yang sulit untuk jadi kenyataan tapi jadi kenyataan :)]
2. Patah hati. :D [Full of tears. lost. tapi itu semua, make me more strong dan semoga menjadi aku jauh lebih dewasa. tengs a lot, farqi ;)]
3. Seminar dan dimudahkan dalam Sidang, sehingga wisuda September! [demi apa, target lulus aku desember dan wisuda 2012]
4. Suprise pulang tiba tiba ke Batam. Ngongkosin sendiri. dan sukses bikin mama papa yusuf rama kaget dan senang.
5. Ngebeliin baju Batik buat sekeluarga pake uang sendiri. dan dengan baju itu, kita foto studio. Alhamdulillah :)
6. Sukses dan selalu dilancarkan dalam even CharityLovers. CL : Mei , CL II : Agustus dan CL III : Desember.
7. Tidak memperpanjang kontrak kerja dan sudah mendapat penggantinya. :')
8. Ada satu karya aku di buku GoodByeNovember nya Nulisbuku. Semoga ini langkah awal aku untuk kembali kecemplung di dunia tulis menulis.
and Now, resolusi 2012 secara garis besar adalah akan kerja di salah satu perusahaan di Jakarta. Akan menghantam Jakarta. :D Mau les bahasa inggris. Mau les Musik. Nerbitin Buku! Keluar kota atau keluar negeri Jauh dan lebih Jauh lagi dan tetep Istiqomah di Charity Lovers ke 4 dan seterusnya! Amin
Thursday, December 29, 2011
Jodoh itu ..
“Hai Ka nia, salam kenal. Aku liat kaka di Brosur PDC. Jurusan Creative ya kaa”
Wall berasal dari wanita cantik yang aku belum kenal, beberapa tahun silam. Emang, aku mengisi pendapat dalam brosur PDC di bagian jurusan Creative. Padahal sebenernya aku jurusan Web. :D karena aku yang juga pemalu dan pendiem, akhirnya kita wall wall-an, dan suatu waktu merencanakan untuk bertemu langsung.
Dia dibawah angkatanku di PDC, cantik dan sholehah. Di awal pertemuan, dia memberiku sebatang cokelat tanda pertemanan. Kemudian kemudian, kita hang out bareng. Makan di luar. Ngobrol atau hanya bertegur sapa di Facebook. Dia yang baik, selalu saja memperhatikanku dan menyempatkan diri untuk hadir di wisuda sarjanaku bareng anak anak PM.
Secara ga sengaja, aku pernah mendapatinya berantem status dengan pacarnya kala itu. Sangat lucu. Dimana mereka bercakap cakap via status facebook. Ahha.
Beberapa bulan kemudian, aku membaca Notes pacarnya tentang perjalanan kisah cinta mereka dari SD hingga kuliah. It’s so nice. So sweet. Dan aku standing applause untuk segala isi dan ide judulnya yang bikin aku terinspirasi. Note nya berjudul, “Terimakasih Kisah”
Gadis ini, selalu menyempatkan diri untuk mengirimiku sebuah wall, sebuah sms, sesekali telfon. Aku mengabarkan akan segera pindah dari Bandung dan mencoba berdomisili di Jakarta. Kamipun janjian untuk bertemu dan having waste time.
Kita janjian untuk makan malem bareng di sambel Mangga, DU. Pembicaraan kala itu dipenuhi dengan pengalaman pengalaman kerjaku, pengalaman kerja dia, dan tentang hidup kita ini beberapa waktu terakhir.
Kita kembali ke kostanku berdua. Rencananya dia emang ingin menginap dan bercerita banyak hal. Tiba tiba dia berseru, “kani’, aku mau nikah”
Aku yang sedang berbaring santai sontak melotot shock tak percaya. “Ah, bercanda hari gini” seru ku balik.
“Ih ka niaa, seriusan. Aku mau nikah. Tebak dong calon ku selisih berapa tahun” serunya bersemangat.
“5 tahun” mengingat umurnya sekarang 20 tahun.
“Engga.” Jawabnya manja sambil senyum tersipu.
“10 tahun” ujarku sok uye menebak.
“Ah, masih salah kaniaaa. 18 tahun” ucapnya sambil menutup mukanya dengan selendang yang dia pegang dari tadi.
Aku langsung terduduk. “Oh My God. Soo tua sekali yaa”
Shock luar biasa, adikku nan cantik ini akan menikah dalam beberapa bulan kedepan dengan orang yang memiliki umur di atasnya 18 tahun.
Aku teringat notes mantan pacarnya dulu, disitu dia cerita bahwa sudah tidak ada lagi hubungan mereka yaa karena seseorang itu. Dan seseorang itu yang akan jadi suaminya nanti. Huaaa.
“Aku ga peduli umurnya kania. Dia mengayomi sekali. Dia bisa menjadi ayah, kakak dan sahabat buat aku. Dia ngerti banget dengan manjanya aku kania. Dia dewasa sekali.”
Aku menarik napas panjang daaan, “Oh sayaang, absolutely I’m very happy. Nice to hear that”
“hmm.. aku sering di Tanya orang, kapan siap nikah, dan aku selalu jawab, tunggu aku bisa masak dan tunggu aku bisa abis shubuh ga tidur lagi. Emang kamu bisa masak dek?” tembakku tiba tiba.
“Bisa dongg ka. Aku di ajarin dia, calon suamiku”
Ahh, bener bener so sweet. Pembicaraan pun merambat ke hal hal berbau persiapan pernikahan, seserahan, lamaran, ijab Kabul, mahar sampai niatan aku mulai untuk hunting tiket pesawat mengingat resepsinya akan di adakan di pulau Sumatra.
Yah, aku belajar satu hal. Itulah yang (mungkin) disebut Jodoh. Bukan masalah umur, tapi kenyamanan ketika bersama. :D
Tidak ada yang salah dari berpisahnya 2 orang. Bukan salah adikku. Dan bukan salah pacarnya dulu. Yang salah adalah ketika mereka mulai tidak menemukan kenyamanan ketika bersama. Dan pada kasus ini adikku yang memilih untuk pindah. Pindah hati dengan kenyamanan yang baru.
Congratulations adik cantik sholehah ku. May Allah bless you forever. Semoga dilimpahkan rezeki yang luar biasa demi terselenggaranya acara bahagiamu. Dilancarkan segala persiapannya. :’)





