Tuesday, September 18, 2012

#oneDayTrip Pulau Penyengat \^.^/

Dengan bapa jangan durhaka,
supaya Allah tidak murka.
Dengan ibu hendaklah hormat,
supaya badan dapat selamat.
Dengan anak janganlah lalai,
supaya boleh naik ke tengah balai.
Gurindam 12, pasal ke X, Raja Ali Haji
Ngakunya sih tinggal di Batam, tapi di tanyain orang orang uda pernah ke Tanjung Pinang belom? jawabnya belum. Ngakuinya sih doyan travelling, tapi ke Pulau Penyengat aja belum pernah.

Pulau penyengat tenar di era saya kelas 6 SD, kisah kisahnya menghiasi buku pelajaran Arab Melayu saya kala itu. setelah hmm.. nyaris 10 tahun, saya baru kepikiran untuk mengunjungi pulau kecil yang ga jauh dari Tanjung Pinang ini.

Sempet kebingungan nyari partnertrip, dan ternyata di sambut dengan tangan terbuka sama babang dodo, babang eja, om ari sama tante firda. Mereka berbaik hati mengantarkan saya yang belum pernah ke sana ini.

Akses menuju ke sana, dari Batam nih ya. Kita naik Ferry dari Tj Punggur ke Tj Pinang, PP nya Rp. 78.000,- / tiket sekali jalannya Rp. 40.000,- Dari Pelabuhan Tj Pinang, kita tinggal jalan dikit ke Dermaga yang khusus ke Pulau Penyengat. Tarif naik kapal kecilnya itu Rp. 5.000,- sekali Jalan.

Sebelum ke dermaga Pulau Penyengat, kita mampir ke salah satu Warung Kopi yang ada di sekitar dermaga. untuk Sarapan. :) Tatanan kota Tanjung Pinang mengingatkan saya sama Lhokseumawe, berantakan :D

Sudut Kota Tanjung Pinang

Tempat Beli Otak Otak yang enak katanya sih di jalan ini. :D
Saya terlalu bersemangat untuk nyebrang dengan pompong. "Kaya bawa ponakan," kalo kata bang dodo, saking saya senang dan ga bisa diemnya. Naik pompong mengingatkan saya ke momentum mau snorkeling kemarin kemarin. Asa pengen nyebur. :D


Mesjid Penyengat dari Tengah Laut
Nyampe di Pulau Penyengat, kita memasuki mesjid gede yang ada di Pulau itu, Mesjid Raya Sultan Riau. Dalam buku pelajaran saya dulu, Mesjid ini di bangun dengan pilar2 yang kokoh dan bahan pembangunannya, di buat dari Kuning Telur. Cuaca hari itu, cerah se cerah cerahnya cerah. Kita Sholat Dzuhur di sana, sambil melihat lihat sekeliling. Ada makamnya juga.


Kuning sama hijau ini Khas Melayu Banget

 

Makam Raja Ali Haji (1808-1873) yang merupakan Pahlawan Nasional di Bidang Bahasa Nasional dengan Karya tekenalnya yakni gubahan Gurindam Dua Belas. Terdiri dari 12 pasal, yang sebagian saya cuplik di bagian atas postingan ini. Di lokasi yang sama juga terdapat makam Engku Puteri Raja Hamidah yang menerima mahar Pulau Penyengat dari Sultan Mahmud pada tahun 1805.


Pulau nya kecil sih, cuma ya PR banget juga kalo kelilingnya kudu Jalan kaki :D Nah, di depan mesjid banyak tuh seliweran Becak Motor yang mau nganterin kita keliling pulau ini, tarifnya Rp. 25.000,- per sekali muter untuk 2 orang. Lumayan kan sekalian di jelasin sejarah sejarah di sini.

Ada Jembatan. hihi. Semoga aja namanya bukan Jembatan Cinta :P




Becak Motornya


Pemandangan Sebelum Pulang

Friends along the way

Telimaacih Babang Dodo uda di jemput sepagi itu di rumah untuk #OneDayTrip kali ini. :)
Eh iya, dalam trip ini saya memperhatikan partnertrip saya yang para lelaki ini, rajin sekali menghubungi ibunya untuk mengabari. Suka aja liatnya :P

My Partnertrip! :)


No comments: