Monday, March 5, 2012

Launching Buku Cerita Sahabat

Tentang hobi akut lainnya yang bisa buat aku lemah iman, selain travelling adalah buku. Dari kecil, mama papa sering sekali mengajak kami anak anaknya ke Toko Buku. Dan itu sukses ngebuat kita sekeluarga senang sekali dengan buku. Lemari buku dirumah mendominasi. Maka wajarlah, kalo dikostan aku juga cukup mendominasi :D

Di bandung, ada sebuah toko buku yang selalu discount setiap hari. Jadi kalo emang aku senggang dan ada uang, aku selalu kesana. Di Jakarta, yang kepikiran aku buku murah itu di daerah Kwitang. *keinget film AADC*.

Maka, suatu hari ketika zenth tiba tiba bilang ada di Jakarta dan berniat mengunjungiku di Kostan. Aku langsung mengajaknya ke Kwitang. Tempatnya ada di gedung tua paling atas. Seperti lingkungannya preman. Dan aku ga mau ke sana kalo ga ada cowoknya :D buku buku yang ada pun, bukan buku keluaran terbaru. Tapi kemaren lucky me, aku dapet buku seharga setengah harga berkat nawar. :D sayangnya Cuma bisa hunting satu buku.

Selain mengoleksi buku buku, sebisa mungkin aku berusaha ngedapetin tanda tangan penulisnya. :D buku aku yang pertama kali di tanda tangani langsung oleh penulisnya adalah Male Café yang di tanda tangani oleh alm. Nurul F Huda.

Akhirnya, aku punya buku bertanda tangan mulai dari Oki Setiana Dewi - kakak kelasku pas SMP,

Mba Teera – se grup menulis di FB,

Alit – Anak Batam juga dan terakhir, aku dapet tanda tangan penulis keroyokan dibuku Cerita Sahabat.

Seperti yang aku bilang, aku dapet undangan launching buku + free bukunya. Pas aku datengin ke Plaza Senayan, sekalian aku dapet sign para penulisnya. Rasanya luar biasa senangnya!

Friday, March 2, 2012

Pulau Putri

Siapa engga senang, menerima sarapan pagi berupa sunrise yang indah seperti ini. Lagi lagi suguhan dari yang Maha Kuasa. Subhanallah. Anw, ini adalah sunrise pertama aku seumur hidup loh :p

Matahari baru muncul

Matahari bulat sempurna

Setelah puas melihat matahari dari belum tampak sampai tampak sempurna, kita sarapan pagi. Dan ngantri mandi. Acara hari ini adalah hoping island ke pulau putri.

Welcome Putri


Pulau Putri terletak beberapa menit dari Pulau Harapan. Pulau di jadikan Resort yang cukup mahal untuk kita bisa menikmatinya. Untuk masuk dan hanya berkeliling saja, kita harus membayar Rp. 50.000,- dan untuk masing masing Cottage nya sekitar 2,3 juta per malem.

Menikmati aquarium langsung dari Laut.

Mas Wawan, Mba Yuni & Mba Gema

Dipulau ini ada penakaran Biawak. di mana biawak biawak dibebaskan berkembang di Pulau ini. jadi jangan heran, kalo lagi ngobrol2 nyantei, tiba tiba ada biawak melintas atau mengganggu. hihi.. karena berkeliaran itulah. Fotonya susah sekali di ambil. errr..

yang gambar rumah mengeilingi itu adalah cottage2 yang tersedia. ada sekitar 70an. lumayan.




Wednesday, February 29, 2012

Pulau Harapan, Kepulauan Seribu


Masuk ke homestay, disambut dengan es sirup. Suguhan yang tepat untuk udara Pulau Harapan saat itu. Panasnya jawara. Menikmati makan siang, sholat, leyah leyeh dan cus ngumpul di dermaga untuk melakukan snorkeling.
Sebelum snorkeling kita berhenti di sebuah pulau yang tidak berpenghuni. Untuk menggunakan alat alat snorkeling.
Pulau ga berpenghuni
Sebelum ini, aku pernah snorkeling pura pura di Pangandaran. Yang Cuma di pinggiran, dan itupun ga keliatan apa apa. Itu juga di bawah pengawasan temen temen yang raramean. Aku pernah diving di Bali, itu bersama kakak dan 2 adik aku. Kelemahan aku dalam 2 hal ini adalah, aku panikan. Aku gugupan dan ga santai.
Jadi pas snorkeling di pangandaran, gagal pisan explore bawah lautnya. Pas diving, aku sukses kemasukan air di mata, telinga dan mulut. Mabok pas nyampe kapal lagi. Batuk parah, mata merah. Dan sekarang sok sok an nyari trip yang ada snorkeling nya, sendiri pula. Dan aku baru ngeh, kalo snorkeling ini di tengah laut pisan. Nia bodoh! Ahahahahahah. *ngetawain nista diri sendiri*
Belom terjun aja uda gugup. Orang orang di kapal, seenak jidatnya uda pada loncat2 aja kaya ga ada beban. Aku masih gigit bibir kelu di kapal. Dan akhirnya, ngeberaniin diri nyemplung. (nyemplung ga pake loncat). Trus uda di air bingung, diem. Ga tau gimana caranya, aku tiba tiba meminta mas mas yang bisa berenang dan ga pake pelampung untuk nemenin aku snorkeling.
“sana mba. Ke tengah.”
“kaga bisa berenang mas.”
“lah. Ga bisa?”
“temenin saya yuk mas”
Buahahhaha. Alhasil, bersamanya aku keliling2 dan terpukau pukau dengan keindahan di bawah sana. Nebeng puto puto di kamera air nya Mas Aldi, dan pede meninggalkan mas mas nya ketika ketemu mba tika. Ahahhaha. Kali ini, muter muter sama mba tika. Trus sendiri lagi. Ketemu Mba yuni, gandeng lagi. Ahahhaha.

Setelah lelah berputar putar dan berfoto foto, kita kembali naik ke atas kapal. Aku duduk di samping mas mas tadi di ujung kapal. Mas mas tadi yang ngebantu ternyata awak kapal yang tugasnya ngelempar jangkar. Ahahahah :DD
Aku bertanya banyak hal, dan dia menjawab banyak hal. Berdasarkan penuturannya, Pulau harapan adalah salah satu satu dari 20 pulau yang dihuni diantara ratusan pulau lainnya. Pulau Harapan memiliki lahan sekitar 20.000 ha, dengan jumlah penduduk 2.500 jiwa. Pulau harapan dengan dermaganya yang rapi dan susunan rumahnya pun demikian. Kendaraan yang sering melintas, sepeda becak dan beberapa sepeda motor.
“saya sebenernya ga pengen ada motor di pulau harapan. Bikin polusi” komentar si mas ma situ.
Aku bercerita tentang pulau tidung yang sering di bicarakan orang di Kota. Lebih terkenal ketimbang pulau Harapan.
“Mereka emang focus untuk mempromosikan pulau mereka. Tidak halnya dengan kami. Saya malah pengen tidak usah di promosikan. Saya ingin masyarakat yang datang dengan keinginannya sendiri. Tidak tahu dari yang lain. Toh orang orang yang ke Pulau tidung juga snorkeling ke daerah sini. Eh iya, foto foto yang mereka jadikan gambar untuk menarik orang bukan di pulau itu, tapi di pulau sekitarnya ini.” ujarnya lagi.
Di kapal, mas wawan sempet cerita cerita tentang perbedaan pulau Pramuka dengan pulau Harapan. Pulau Pramuka menjual keberagaman permainan, sementara Pulau Harapan menyajikan pemandangan. Benar saja, ketika aku Tanya ke si mas mas baik hati itu, “pulau pramuka, menyediakan fasilitas banana boat, penangkaran” sementara Pulau Harapan belum memiliki itu.
Cerita terhenti sampai kami merapat di sebuah pulau ga berpenghuni yang sangaat indah. Pasirnya putih. Bersih. Jernih. Ga ada sampah.


Kita turun hanya untuk berfoto foto dan melihat ikan yang bisa kita lihat dari atas laut. Awesome!
Cukup untuk berfoto foto, kami menaiki perahu lagi untuk mencari spot spot untuk snorkeling. Dan kali ini lebih indah. Si mas mas baik hati, kembali menawarkan jasanya, “mau saya temani lagi mba?”, tentu saja tidak aku tolak. Karena lebih dangkal, kita bisa mengijak terumbu karang dan berdiri diatasnya. Maka kali ini, si mas mas nya tidak perlu berlama lama menemaniku. Sesekali masih mencari orang orang yang aku kenal untuk aku ajak barengan. Dan perlahan aku belajar snorkeling sendiri. Dan akhirnya belajar berenang. Badan dan hati ini menyatu dengan air. Dengan sesuatu ciptaan Indah di bawah laut sana. Ah, senang sekali.
Setengah 6, kami uda menaiki kapal kembali untuk pulang ke homestay. Di kapal, aku melihat proses matahari akan tenggelam. Dan itu, ah, lagi lagi aku mengucap subhanallah. Indah sekali.
Dan semuanya sempurna, ketika aku bisa ngelihat sunset di dermaga Pulau Harapan. Terimakasih untuk suguhanMu di Pulau ini, Allah :)


Monday, February 27, 2012

Namanya Michan


"Michan" ujarnya sambil mengulurkan tangannya pada kami.

"Nia" ujarku membalas ulurkan tangannya.

Michan dan Mas Rifqy adalah 2 orang yang bergabung satu homestay bersama kami.

Rame dan anak Bandung banget. Nyampe homestay, Michan sudah ngoceh ngoceh khas anak Bandung. Dengan ocehannya, dia meminta kami para wanita untuk menempati kamar yang ber AC. sementara yang laki laki menempati kamar ber Kipas Angin.

Michan mengajakku dan Mba Tika masuk ketika itu, cuma nya hanya aku yang mengikuti langkahnya ke dalam kamar.

Didalam kamar, dia bercerita banyak hal. Pengalamannya dan Aktifitasnya. Aktif dan asik sekali di ajak bercerita. Dari ceritanya, ternyata ia pernah menjadi penyiar Ardan FM dan pernah menulis buku. Aaaaaa. Sendal Jepit Kutu Kupret kalo ga salah judul Bukunya.

Melihat Michan, aku ngerasa melihat impianku (dulu). Nia kecil sempat ingin ngerasain jadi penyiar, Nia remaja bahkan sampai sekarang masih bermimpi nerbitin buku. Michan senang nge trip. so do I. Aku juga sangat suka travelling. Michan cerewet. Aku nyaris :D Michan suka Fotografi, aku pun sedang mendalami itu.

Ah, Michan mengajarkan banyak hal hari itu, sebelum kami melakukan snorkling. Prinsip prinsipnya, tekadnya, impiannya, cita dan cintanya.

Senang sekali berkenalan dengan mu, Michan :) next time, kalo aku uda beli bukumu, mau dong ya tanda tangannya :') sukses selalu and see you :')

Menuju Trip Pulau Harapan

Ini beresiko besar padahal, mengikuti trip sendirian tanpa teman. Mengikuti rombongan, dmana ga kenal sebelumnya. Sebelum trip ini, aku pernah ikut camping di Cibubur, yang mana ketemu dengan orang yang baru. Tapi waktu itu better, kita uda di bagi dulu kelompokknya. Trus kita saling add facebook, kemudian tukar nope dan message2an, intinya kita berhubungan dulu sebelum ketemu. Nah kali ini, menjadi satu hal ternekat yang aku lakuin. Hahaha. Just want to know, segimana besar nyali aku. :D sempet bikin stress sih, secara kalo aku gagal mengakrabkan diri, maka 36 jam aku akan bengong sendiri cengok kaya orang bego. Tapi kalo engga, mungkin semuanya akan lebih baik.

Aku bangun di saat alarm menunjukkan pukul 04.20, mandi dan bersiap siap. Ga berani keluar kostan jam 5, secara masih gelap banget. Dan akhirnya, aku keluar jam 5 lewat 10 menit. Buahahhaa. Sama aja yak :D masih gelap, pintu pagar kosan masih terkunci. Aku jalan cepat ke arah halte busway terdekat, and poor me, busway melintas seenak jidatnya depan mata ketika aku baru sampai pinggir jalan. Kata nisa, Muara Angke jauh sekali dari Jakarta Selatan, dan aku berpacu dengan waktu. Ga mikir panjang, ketika ada kopaja lewat, aku naik. Berhenti di pasar kebayoran, lari kecil ke halte. Dan beberapa detik kemudian busway berhenti. Aku berlari rusuh ke dan masuk ke dalam busway.

Aku selalu suka perjalanan, selalu berharap menemukan sesuatu. Pagi itu di Busway, masih sedikit orang orang nya. Beberapa bapak2 tertidur pulas di bagian belakang. Ada ibu ibu modis dan seorang perempuan rapih bak mau malem mingguan shubuh shubuh. :D

Melewati beberapa shuttle, feeling aku, harus turun di grogol. Mengingat nisa pernah bilang, naik angkot dari kawasan dimana banyak universitasnya. UNTAR, Trisakti sama Atmajaya. Bener saja pas Tanya ke si abang abang penjaga pintu buswaynya. Akupun turun di halte Grogol 2. Keluar area baswey, nyari angkot merah bertuliskan Muara Angke. Kapal diberitahukan berangkat pukul 06.20 dalam email yang aku terima. Dan jam segitu, aku baru turun dari Angkot di Pelabuhan Angke.

Ga ada yang bisa dihubungi, aku naik becak di pasar nan memberikan aroma luar biasa itu. 5000 rupiah. Sampe ke meeting point di Pom Bensin nya. Disana banyak sekali orang berkumpul2. Dan aku ga tau harus gabung ke yang mana. Bermodalkan mulut, aku nanya, grup mana yang termasuk tukang jalan.

Setelah ketemu, aku krik krik Moment sendiri. Mulai ga betah, dan berasa pengen balik lagi ke kostan. Bobo. Mengingat uang sudah melayang 300.000,- aku masih bertahan d sana. Stay calm with my Blackberry Phone.

Aku mengamati setiap orang dari rombongan, melihat rupa rupa yang kira kira bisa aku ajak ngomong duluan. And, take action! Akhirnya mba mba berjilbab yang tampak ayu aku tegur duluan. :D Namanya Mba Tika. Menggunakan ilmu Charbul, aku nanya ini itu. Cerita ini itu. Alhamdulillah dapet temen 1 :D

Rombongan di Minta untuk naik ke atas kapal. Kali ini di tempat duduk, ada 2 orang Mba Mba dan 1 orang Mas yang mengajak ku berkenalan lebih dulu. Mba Yuni, Mba Gema dan Mas Wawan. Selama perjalanan, ngobrol2 banyak juga sama Mba Mba nan baik hati ini. Alhamdulillah dapet temen lagi :D

Kapal ini, sempat menurunkan penumpangnya di Pulau Pari, kemudian di Pulau Pramuka. Setelah dari Pulau Pramuka, Kapal mulai kosong. Kami keluar ke Arah luar, perjalanan sebentar lagi, katanya. Berfoto foto lah di belakang Kapal.

2 orang temannya mba tika, memperkenalkan dirinya ; Mas Aldi sama Mas Harib. Sambil menunggu Kapal ini merapat, kami ngobrol ini itu. Yes, wasting time :)

Mas Wawan - Mba Yuni - Mba Gema. Ah maafkan aku mengambil diem diem, aku malu meminta kalian untuk menghadap kamera :D

Di fotoin Mba Tika bersama Mas Alfi dan Mas Harib :)

Pulau Harapan menyambut kami di jam 11. Saat Pembagian homestay, teyata aku berbeda rombongan sama mba yuni, mba gema sama mas wawan. Akhirnya, aku merapat ke rombongan Mba tika cs. Xixixi. :D

Karena ber tujuh. Dan kami baru berlima, maka 2 orang lagi bergabung bersama kami. Michan dan Mas Rifqy :)

Ah, senang sekali bertemu dengan orang orang yang welcome, humble seperti mereka.

- To be continue